Bagaimana memilih aluminium foil untuk makanan dan kelebihannya?

Bagaimana memilih aluminium foil untuk makanan dan kelebihannya?

Aluminium foil memiliki keunggulan sebagai berikut dalam kemasan makanan:

Properti penghalang. Aluminium foil memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, udara (oksigen), lampu, dan mikroorganisme, yang merupakan faktor penting dalam pembusukan makanan. Karena itu, aluminium foil memiliki efek perlindungan yang baik pada makanan.

Pemrosesan yang mudah. Aluminium memiliki titik leleh yang rendah, penyegelan panas yang baik, dan cetakan yang mudah. Dapat diolah menjadi bentuk apapun sesuai cetakannya. Setelah diproses, aluminium foil memiliki keuletan yang baik dan dapat dilapisi dengan berbagai bentuk makanan. Perawatan permukaan juga mudah dilakukan, seperti proses embossing, yang dapat membuat aluminium foil lebih indah dan meningkatkan konsumsi.

Konduktivitas termal. Aluminium merupakan konduktor panas yang sangat baik dan dapat mentransfer panas dengan cepat dan merata. Itu bisa ditempatkan di oven, panggangan, dan lemari es dengan makanan.

Ringan. Ketebalan aluminium foil yang kecil memberikan perlindungan dengan penambahan berat yang minimal. Kemasan yang ringan dapat mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan kenyamanan penggunaan.

Ketahanan lingkungan. Aluminium merupakan unsur logam yang paling melimpah di kerak bumi. Ini adalah materi ketiga yang paling umum dan berasal dari berbagai sumber. Aluminium foil memiliki ketahanan korosi tertentu, sifat kimia yang stabil, dan umur kemasan yang panjang. Itu bisa didaur ulang, dan konsumsi energi daur ulang saja 5% dari keluaran aslinya. Ini adalah pilihan yang ekonomis dan berkelanjutan.

Adapun pilihan aluminium foil, aluminium foil dengan ketebalan berbeda cocok untuk kategori makanan berikut: 10-12mikron, cocok untuk coklat, gula-gula, dll.. 30-38µm cocok untuk industri susu, seperti puding, yogurt, dll.. 50-70µm untuk selai, produk daging, dll.. Perlu diperhatikan bahwa aluminium foil tidak cocok untuk mengemas makanan asam atau asin, seperti cuka atau makanan yang mengandung asam buah, acar, perkelahian, ikan asin, dan seterusnya. Reaksi kimia dapat terjadi yang memungkinkan ion aluminium masuk ke dalam makanan.