Ketebalan alumunium foil untuk kemasan makanan umumnya antara 0.015-0.03 mm. Ketebalan aluminium foil yang Anda pilih bergantung pada jenis makanan yang dikemas dan umur simpan yang diinginkan.
Untuk makanan yang perlu disimpan dalam waktu lama, disarankan untuk memilih aluminium foil yang lebih tebal, seperti 0.02-0.03 mm, untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap oksigen, air, kelembaban dan sinar ultraviolet, sehingga melindungi nutrisi makanan agar tidak rusak dan memperpanjang umur simpan makanan. Rak. Untuk pengawetan makanan jangka pendek, seperti permen, cokelat, dll., Anda dapat memilih aluminium foil yang lebih tipis, seperti 6μm,13(6aluminium foil mikron, 13mikrofon aluminium foil) alumunium foil. Itu tipis dan transparan, Yang bisa lebih cocok dengan makanan dan mengurangi penetrasi oksigen dan kelembapan. Sehingga memperpanjang umur simpan makanan.
Kemasan Ringan: Untuk mengemas makanan ringan atau menutupi peralatan makan, aluminium foil yang lebih tipis (sekitar 6 ke 9 mikron) sudah cukup. Ketebalan ini memberikan fleksibilitas dan kemudahan penggunaan.
Kemasan sedang: Untuk mengemas barang berbobot sedang seperti sandwich, makanan yang dipanggang, atau makanan yang dibungkus satu per satu, aluminium foil dengan ketebalan kurang lebih 9 ke 12 mikron mungkin sesuai. Ketebalan ini memberikan keseimbangan yang baik antara kekuatan dan fleksibilitas.
Kemasan Tugas Berat: Aluminium foil lebih tebal (sekitar 12 ke 15 mikron) direkomendasikan untuk makanan yang lebih berat atau lebih kuat, seperti daging panggang, daging, atau makanan yang memerlukan penyimpanan atau pemasakan dalam jangka waktu lama. Ini memberikan kekuatan dan daya tahan ekstra untuk menahan proses penanganan dan memasak.
Selain itu, bahan dan kualitas aluminium foil juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan saat memilih. Aluminium foil berkualitas tinggi harus memiliki ketahanan korosi yang baik, ketahanan suhu tinggi dan kekuatan mekanik untuk memastikan keamanan dan kebersihan pangan.